Halo Sobat RM! 👋
Setelah kita bahas soal standar akreditasi, sekarang kita lanjut ke pertanyaan yang sering muncul:

> “Rekam medis ini harus disimpan sampai kapan, ya?”
“Boleh nggak dimusnahkan?”
“Apa bedanya retensi anak dan dewasa?”


Yuk, kita bahas tuntas soal retensi rekam medis — biar kamu gak bingung lagi!



📚 Apa Itu Retensi Rekam Medis?

Retensi adalah jangka waktu rekam medis harus disimpan dan dijaga sebelum bisa dimusnahkan atau diarsipkan secara khusus.
Retensi penting karena rekam medis adalah dokumen hukum, administrasi, dan klinis.



⚖️ Dasar Hukum Retensi Rekam Medis

Retensi diatur dalam:

Permenkes RI No. 269/Menkes/Per/III/2008 (SUDAH TIDAK BERLAKU)
digantikan Permenkes No. 24 Tahun 2022. <= Lihat postingan terbaru
Peraturan Arsip Nasional RI

Standar Akreditasi Kemenkes / KARS



🕒 Berapa Lama Rekam Medis Disimpan?

Berikut ini adalah ketentuan umum retensi rekam medis:

Dewasa: Aktif 5 tahun, Inaktif 25 tahun (Total 30 tahun)
Anak-anak: Disimpan hingga usia pasien 25 tahun
Kematian/Kasus hukum: Disimpan hingga selesai proses hukum


📌 Aktif: masih bisa digunakan langsung
📌 Inaktif: jarang dibuka, tapi belum boleh dimusnahkan




🔐 Bagaimana Penyimpanan yang Benar?

Simpan dalam lemari atau rak tertutup dan bebas lembab

Gunakan kode klasifikasi dan indeks nama/nomor

Pisahkan antara rekam medis aktif dan inaktif

Gunakan pengamanan ekstra untuk rekam medis dengan data sensitif



🔥 Boleh Dimusnahkan?

✅ Boleh, jika:

Sudah melewati masa retensi

Tidak ada nilai guna hukum atau administratif

Ada berita acara pemusnahan

Dilakukan dengan cara dibakar, dihancurkan, atau didaur ulang hingga tidak bisa dikenali lagi


⚠️ Tidak boleh dimusnahkan sembarangan atau tanpa izin pimpinan fasilitas kesehatan.



📁 Digitalisasi: Solusi Masa Depan

Kalau tempat penyimpanan sudah penuh, kamu bisa mulai digitalisasi rekam medis (scan & backup dalam sistem), tentunya dengan keamanan yang ketat.



✍️ Penutup

Rekam medis bukan sekadar catatan biasa. Ia adalah dokumen hukum yang harus disimpan dengan bijak.
Dengan mengikuti aturan retensi dan penyimpanan yang tepat, kita turut menjaga kepercayaan dan keselamatan pasien.

Di artikel berikutnya, kita akan bahas tentang etika dan kerahasiaan rekam medis — bolehkah dibuka oleh keluarga pasien? Bagaimana jika diminta oleh pihak luar?

Sampai jumpa di artikel keenam!
Salam semangat,
Fitroh – Sobat RM
“Belajar Rekam Medis Tanpa Ribet”

Categorized in: