Halo Sobat RM! 👋
Pernah dengar tim surveior akreditasi bertanya, “Mana dokumen pendukung kelengkapan rekam medis?” atau “Bagaimana pembuktian pencatatan SOAP pada rawat jalan dan rawat inap?”

Nah, ini saatnya kita bahas:
Apa sih sebenarnya standar akreditasi rekam medis itu? Dan bagaimana kita memenuhinya dengan baik?




🏥 Kenapa Rekam Medis Penting dalam Akreditasi?

Dalam proses akreditasi fasilitas kesehatan, rekam medis berperan sebagai alat bukti tertulis bahwa pelayanan kesehatan diberikan sesuai standar mutu, keselamatan pasien, dan regulasi.

Kalau rekam medis tidak lengkap atau tidak sesuai standar, bisa berpengaruh besar terhadap nilai akreditasi — bahkan bisa jadi temuan mayor.




📋 Dokumen Apa Saja yang Dinilai Saat Akreditasi?

Berikut beberapa hal yang biasanya diperiksa surveior:

1. Kelengkapan Berkas Rekam Medis

Terdapat identitas lengkap pasien

SOAP tercatat utuh dan berurutan

Ada tanda tangan semua profesi terkait (dokter, perawat, farmasi, gizi, dll)


2. Pencatatan Tertib dan Sesuai Waktu

Pencatatan dilakukan tepat waktu (real time)

Tidak ada backdated entry (menulis mundur tanggal)


3. Penggunaan Format yang Konsisten

Format SOAP harus digunakan di rawat jalan dan rawat inap

Tidak boleh ada catatan yang asal tulis tanpa urutan


4. Dokumentasi Edukasi Pasien

Bukti bahwa pasien sudah diberi penjelasan tentang penyakit, pengobatan, risiko, dll

Ditandatangani pasien/keluarga


5. Formulir yang Tervalidasi

Ada halaman persetujuan tindakan

Ada catatan asesmen awal medis dan keperawatan

Ada lembar DPJP dan tim perawat





📁 Contoh Komponen Wajib Rekam Medis (Rawat Inap)

Komponen (Harus Ada ✅)

Identitas pasien                                   
SOAP lengkap                                      
Diagnosa dan rencana terapi         
Catatan keperawatan harian           
Edukasi pasien/keluarga                 
Tanda tangan tenaga medis           
Hasil pemeriksaan penunjang         
Resume medis                                    





🛠️ Tips Memenuhi Standar Akreditasi

✔️ Lakukan audit internal secara berkala
✔️ Buat checklist kelengkapan rekam medis
✔️ Sosialisasikan ke semua profesi: dokter, perawat, farmasi, dll
✔️ Terapkan disiplin pencatatan sejak pelayanan pertama
✔️ Simpan dan arsipkan rekam medis sesuai aturan retensi




📝 Penutup

Akreditasi bukan semata soal nilai — tapi soal bagaimana kita membuktikan bahwa pelayanan yang kita berikan benar, tertib, dan bermutu.
Dan rekam medis adalah bukti tertulis dari semua itu.

Di artikel selanjutnya, kita akan bahas tentang retensi dan penyimpanan rekam medis: berapa lama disimpan? Apa aturan hukumnya?

Sampai jumpa di artikel berikutnya ya!
Salam hangat,
Fitroh – Sobat RM
“Belajar Rekam Medis Tanpa Ribet”

Categorized in: