Pembelajaran RMIKArtikel Edukatif

Panduan lengkap dan praktis untuk PMIK: menyeimbangkan teknologi dengan humanisasi, serta berkolaborasi lintas profesi agar mutu dan keselamatan pasien tetap menjadi pusat.

Esensi:Efisiensi teknologi + empati & martabat pasien

1) Konsep Inti: Komunikasi 360° & Komunikasi Kolaboratif

1A. Komunikasi 360°

  • Menyatukan interaksi pasien, koordinasi tim, alur data, dan sistem informasi terintegrasi.
  • Menjaga pelayanan tetap patient-centered saat proses makin terdigitalisasi.
Tujuan: transformasi digital yang humanis—teknologi mempercepat & merapikan, komunikasi memastikan pasien tetap dihormati.

1B. Komunikasi Kolaboratif

Proses pertukaran informasi yang terstruktur, terbuka, dan berkelanjutan antar pihak dalam pengelolaan data/informasi kesehatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

  • Karakteristik: multidisiplin, terintegrasi, berbasis data, berorientasi pasien.

2) Prinsip REACH & Teknik Komunikasi

2A. Prinsip REACH

RRespect
EEmpathy
AAudible
CClarity
HHumble

Terbukti berdampak di titik kritis pendaftaran pasien: kualitas layanan & kepercayaan meningkat.

2B. Teknik Verbal & Tertulis

  • Bahasa sesuai latar audiens, minim jargon.
  • Intonasi, kecepatan, artikulasi jelas & mudah diikuti.
  • Struktur pesan: pembukaan → isi → penutup runtut.

2C. Teknik Non-Verbal

  • Ekspresi & kontak mata; gestur terbuka; postur condong saat mendengar.
  • Proksemik (jarak) sesuai budaya; haptik (jabat tangan) saat relevan.
  • Paralinguistik (intonasi, volume, tempo) & penampilan profesional.

3) Stakeholder & Peran

Internal: PMIK, tenaga medis, paramedis, IT support, manajemen.
Eksternal: pasien & keluarga, fasilitas lain, asuransi kesehatan, regulator.

Pemahaman peta pemangku kepentingan mempercepat alur keputusan & mengurangi miskomunikasi.

4) Kerangka Komunikasi Praktis

4A. SBAR (Situation–Background–Assessment–Recommendation)

S: Ada ketidaksesuaian data alergi obat pasien.
B: Riwayat di catatan dokter ≠ formulir keluarga.
A: Risiko kesalahan pemberian obat meningkat.
R: Mohon re-konfirmasi alergi ke pasien & update EMR sebelum terapi.

4B. Closed-Loop Communication

PMIK: “Hasil K+ 6.8 mEq/L; EKG stat & Ca Gluconate.”
Perawat: “Saya ulangi… benar?”
PMIK: “Benar, mohon eksekusi & dokumentasi pukul 14:30 WIB.”

4C. Skenario Ringkas

  • Pendaftaran pasien baru: sambut berdiri, senyum, kontak mata, instruksi formulir jelas.
  • Hasil pemeriksaan tertunda: sampaikan maaf, jelaskan opsi menunggu/ulang waktu, nada empatik.
  • Kasus kompleks ke dokter: nada profesional, ringkas data kunci, siap detail lanjutan.

5) Mini-SOP & Template Singkat

5A. Alur Komunikasi Insiden Data

  1. Identifikasi isu.
  2. Kumpulkan bukti.
  3. Gunakan SBAR ke klinisi/manajer.
  4. Terapkan closed-loop untuk keputusan kritis.
  5. Perbaiki data di sistem.
  6. Dokumentasi & feedback.

5B. Template SBAR

Bagian Isi
Situation Apa yang terjadi, siapa pasien, lokasi
Background Riwayat singkat, data penunjang
Assessment Analisis risiko/implikasi
Recommendation Tindakan diminta, batas waktu

6) Regulasi & Kompetensi

  • STANPRO – Standar Profesi PMIK.
  • SKKBRMIK – fokus Area Kompetensi 3: Komunikasi Efektif.

Intinya: komunikasi adalah kompetensi inti yang menopang mutu & keselamatan.

7) Integrasi Digital yang Humanis

  • SIMPEL JATIM – sistem informasi PMIK Elektronik Jawa Timur.
  • Penilaian Kematangan Digital → tetapkan prioritas perbaikan.

7A. Tren Teknologi

AI/ML: prediksi, NLP, decision support.
IoMT: wearable, remote monitoring, smart hospital.
Blockchain: integritas data & keamanan.

8) Indikator Kinerja Komunikasi

  • Penurunan insiden akibat miskomunikasi.
  • Tingkat ketidaksesuaian data RM.
  • Kepuasan pasien & waktu tunggu.
  • SLA respons SBAR lintas unit.

9) Rencana Aksi 30-60-90 Hari

30 hari

  • Brief REACH & refresh verbal/non-verbal.
  • Mulai log closed-loop.
  • Sosialisasi template SBAR.

60 hari

  • Audit kepatuhan SBAR/closed-loop.
  • Review alur data EMR.
  • Workshop kolaborasi lintas profesi.

90 hari

  • Dashboard indikator komunikasi.
  • Integrasi ke sistem.
  • Pelatihan berkelanjutan.

10) Checklist Harian

  • REACH diterapkan di semua interaksi.
  • Instruksi kritis → repeat-back + timestamp.
  • Isu data → SBAR + tindak lanjut.
  • Dokumentasi rapi & umpan balik ke tim.

FAQ Singkat

Apakah SBAR hanya untuk klinisi?

Tidak. PMIK dapat memakai SBAR untuk isu data/informasi yang berdampak klinis/operasional.

Kapan closed-loop wajib?

Pada informasi critical (hasil lab kritis, instruksi obat, transfer pasien) atau saat risiko salah tafsir tinggi.

Disusun sebagai materi pembelajaran untuk meningkatkan mutu komunikasi & kolaborasi di layanan RMIK.

Categorized in: