Halo Sobat RM!
Dalam dunia pelayanan kesehatan, istilah informed consent sering digunakan — namun tidak sedikit tenaga medis dan administratif yang masih bingung membedakannya dengan persetujuan tindakan medis. Apakah keduanya sama? Atau sebenarnya berbeda?
Yuk, kita bahas secara singkat dan jelas!
Apa Itu Informed Consent?
Informed Consent adalah proses komunikasi antara tenaga medis dengan pasien (atau keluarganya) yang bertujuan memberikan penjelasan menyeluruh tentang tindakan medis yang akan dilakukan, termasuk:
- Diagnosis dan kondisi pasien
- Tujuan tindakan
- Risiko dan komplikasi
- Alternatif tindakan
- Konsekuensi bila tidak dilakukan tindakan
Jadi, informed consent adalah PROSES PENJELASAN dan PEMAHAMAN.
Apa Itu Persetujuan Tindakan Medis?
Persetujuan Tindakan Medis adalah dokumen tertulis yang ditandatangani oleh pasien atau keluarga setelah proses informed consent selesai dilakukan.
Jadi, persetujuan tindakan adalah BUKTI TERTULIS dari proses informed consent.
Perbedaan Utama
| Aspek | Informed Consent | Persetujuan Tindakan Medis |
|---|---|---|
| Definisi | Proses komunikasi/penjelasan | Dokumen tertulis hasil persetujuan |
| Bentuk | Lisan dan interaktif | Tertulis dan ditandatangani |
| Isi | Penjelasan tentang tindakan, risiko, dll | Pernyataan persetujuan pasien |
| Waktu | Sebelum tindakan dilakukan | Setelah pasien paham dan menyetujui |
Kapan Harus Ada Persetujuan Tindakan Medis?
- Jika tindakan bersifat invasif (operasi, anestesi, transfusi darah, dll)
- Jika tindakan mengandung risiko sedang hingga tinggi
- Jika tindakan memerlukan keputusan keluarga (misalnya pasien tidak sadar)
Siapa yang Memberikan Persetujuan?
- Pasien sendiri jika sadar dan kompeten
- Wali atau keluarga jika pasien tidak kompeten
- Dokter wajib menjelaskan, bukan hanya meminta tanda tangan
Dokumen yang Wajib Ada
- Formulir persetujuan tindakan medis
- Nama tindakan dan penjelasan singkat
- Tanda tangan pasien atau keluarga
- Tanda tangan dokter pemberi penjelasan
- Tanggal dan waktu
Penutup
Ingat: Tanda tangan bukan hanya formalitas! Penjelasan yang jujur dan jelas kepada pasien adalah bentuk penghormatan terhadap hak mereka. Dokumentasikan semuanya dengan baik, karena ini juga bisa menjadi dokumen hukum jika terjadi permasalahan di kemudian hari.
Nantikan artikel ke-14: Berapa Lama Rekam Medis Harus Disimpan? (Retensi Rekam Medis Terbaru)
Salam hangat,
Fitroh – Sobat RM
“Belajar Rekam Medis Tanpa Ribet”